WAJIB TAHU ! PERBEDAAN BREAKOUT DAN PURGING SAAT MENCOBA SKINCARE BARU

155 views
banner 468x60)

Tahukah kamu, saat kita mencoba merawat kulit dengan berganti skincare atau skincare baru, pasti akan ada 2 kemungkinan yang terjadi. Entah kulit akan semakin terlihat sehat cerah terawat, atau malah timbul masalah kulit lainnya. Jika kulitmu mengalami perubahan dan semakin sehat artinya skincare yang kamu gunakan cocok di kulitmu. Jika kulitmu mengalami bruntusan dan timbul jerawat apakah itu artinya skincare yang kamu pakai tidak cocok? Pasti hal yang kamu pikirkan adalah “apa saya mengalami purging atau malah breakout?” Jika kamu mau tahu apa yang kamu alami, kamu harus tahu perbedaan antara purging dan breakout.

Perbedaan Purging vs Breakout

Masih banyak dari kita belum bisa membedakan skin problem yang sering dialami, seperti purging atau breakout. Kedua masalah kulit tersebut memang sedikit susah dibedakan, mengingat kemunculan keduanya sama-sama ditandai dengan jerawat dan komedo. Meski sama-sama menunjukkan perubahan kondisi kulit yang lebih buruk, namun keduanya adalah dua hal yang berbeda.

 

Purging : Proses penyesuaian kulit dengan produk baru yang digunakan. Reaksi yang ditimbulkan kulit berupa munculnya jerawat atau bruntusan atau komedo. Proses purging akan berlangsung selama 2-3 minggu, kemudian kulitmu akan terlihat lebih baik dan lebih sehat.

 

Breakout : Proses penolakan kulit terhadap salah satu kandungan produk baru yang digunakan. Reaksi yang ditimbulkan kulit berupa munculnya jerawat atau bruntusan atau komedo yang tidak hilang dan mereda selama 8 minggu lebih pemakaian produk. 

 

Untuk memperjelas perbedaan antara purging dan breakout, kita harus memahami apa penyebab dari kedua masalah tersebut !

 

Apa Penyebab Purging Terjadi?

 

Purging merupakan proses pembersihan pori-pori kulit (detoksifikasi kulit) yang tersumbat sebum penyebab komedo, ataupun sel-sel kulit mati yang menumpuk sehingga menjadi perangkap bakteri penyebab jerawat. Nah, proses purging inilah yang menjadi tanda bahwa skincare yang kita pakai sedang bekerja untuk mempercepat regenerasi kulit. 

 

Biasanya akan terjadi jerawat temporer (sementara) sebagai bagian dari penyembuhan. Efek purging diibaratkan seperti reaksi bersih-bersih pipa, di mana sekumpulan kotoran yang menumpuk dipaksa keluar dari kulit dalam wujud sekumpulan jerawat atau bruntusan. Tujuannya jelas, agar kulit bisa terlihat lebih bersih dan sehat lebih cepat. 

 

Bagaimana transformasi komedo menjadi jerawat bisa kita lihat seperti gambar.

Hal yang perlu diketahui adalah, penyumbatan yang menyebabkan purging sudah terjadi sebelum kamu mulai memakai produk skincare baru, bukan disebabkan oleh penyumbatan baru yang disebabkan oleh produk.

Kandungan Skincare Penyebab Purging

Kandungan skincare yang dapat menyebabkan purging di antaranya: hydroxy acids seperti salicylic acid, vitamin C, retinoids, benzoyl peroxide, produk eksfoliasi seperti scrubs dan enzyme exfoliants. Sedangkan prosedur chemical peeling, laser, dan microdermabrasi juga turut menyebabkan purging.

Bagaimana Mengatasi Purging? 

 

Untuk mencegah kondisi purging yang terlalu obvious, sebaiknya kamu mencoba produk skincare satu per satu, sehingga kamu dapat mendeteksi apakah produk itu cocok atau tidak. Beri jeda 3-7 hari sebelum kamu menambahkan produk lainya. 

 

Karena purging merupakan reaksi yang positif untuk kesehatan dan tampilan kulitmu yang lebih bersih, maka kamu harus tetap melanjutkan pemakaian skincare tersebut. 

Breakout dan Penyebabnya

Breakout adalah kondisi yang jelas-jelas menandakan ketidakcocokan kulit terhadap suatu bahan produk skincare maupun makeup. Sama halnya dengan purging, kemunculan breakout juga ditandai oleh munculnya komedo dan jerawat yang sangat meradang.

 

Yang menjadi tanda bahwa jerawat yang kamu alami termasuk reaksi breakout adalah jika tiba-tiba berjerawat atau berkomedo tanpa sebab dan munculnya di bagian-bagian yang jarang ditumbuhi jerawat. Apalagi jerawat tersebut tidak mereda dan semakin parah setelah 4 minggu sejak kemunculannya, bisa dipastikan wajahmu itu sedang mengalami breakout.

 

Oh ya, breakout nggak melulu dipicu produk tertentu ya, tapi bisa juga karena salah cara merawat kulit atau asupan nutrisi yang nggak seimbang. Selain itu, breakout bisa juga terjadi karena proses eksfoliasi yang berlebihan. Apalagi eksfoliator yang kamu gunakan mengandung AHA, BHA dan atau Retinoid. Kemungkinan iritasi kulit lebih besar dan menyebabkan breakout.

Cara Menghentikan Breakout 

 

Sebaiknya segera stop produk untuk mencegah iritasinya menggila dan segera beralih ke produk lain. Tapi kasih waktu untuk kulit beristirahat dan kembali tenang selama 3 hari ya, agar kulit bisa siap menyesuaikan lagi dengan skincare barumu.

 

Kamu juga perlu lebih hati-hati dalam menggunakan produk exfoliating. Pastikan penggunaan face scrub hanya maksimal dua kali dalam seminggu. Atau, senantiasa gunakan hydrating toner setiap Anda mengaplikasikan exfoliating toner pada kulit wajah.

 

Ingat, jenis kulit orang itu berbeda-beda dan jangan pernah jadikan kulit si A atau B yang kamu lihat itu sebagai patokan. Ya, menerima rekomendasi sih boleh tapi nggak selalu harus diikuti kok! Ingat, produk yang cocok untukmu nggak akan membuat kamu menderita apalagi sampai berminggu-minggu!

Nah, setelah kamu tahu dan paham bedanya breakout dengan purging, saatnya mengecek kondisi kulitmu setiap menggunakan produk perawatan baru. Selain mengecek produk yang kamu gunakan dan melihat durasi reaksi pada kulit, percaya saja deh pada instingmu. Kalau ternyata gejala yang dialami adalah breakout, jangan segan-segan untuk segera menghentikan produk yang kamu gunakan ya! 

banner 468x60)

#skincare #bodycare #cerahalami

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)

    Tinggalkan pesan